UPTD SPALD Kota Tasikmalaya Belajar dari Pengalaman Berharga UPT PLCD Gresik

Rabu, 29 April 2020

Share:

Pada tanggal 20-21 Februari 2020 dilaksanakan kunjungan Trip 2 – Mentee ke Mentor untuk Topik 5 Penguatan dan Mempersiapkan Institusi UPTD PALD untuk Mengelola Air Limbah Domestik di Kota Tasikmalaya. Kegiatan tersebut dihadiri oleh 13 orang. Agenda yang dilakukan adalah kunjungan lapangan ke IPLT Singkup, pembahasan RKTL, kunjungan ke MCK IPAL, dan diskusi mengenai Rancangan Peraturan Daerah Kota Tasikmalaya mengenai Pengelolaan Air Limbah Domestik.

Kunjungan lapangan ke IPLT Singkup bertujuan untuk mengetahui kondisi IPLT tersebut sekaligus menjadi obyek pembahasan secara langsung terhadap proses yang terjadi ditiap kolam IPLT dengan sistem Sludge Drying Bed. Terdapat beberapa masukan terkait alur operasional yang biasa dilakukan dan beberapa saran penggantian atap SDB untuk percepatan proses pengeringan lumpur dan lain-lain. Pada pelaksanaan kunjungan ini, KA-UPTD Kota Tasikmalaya memandu menjelaskan operasional yang terjadi di IPLT Singkup.

Setelah kegiatan observasi lapangan di IPLT Singkup, dilaksanakan pembahasan RKTL. Matei yang disampaikan Mentor diawali dengan pembahasan RKTL hasil kesepakatan dari kunjungan Mentee UPT SPALD Tasikmalaya ke Mentor UPT PLCD Gresik pada tanggal 7-8 Januari 2020, dari hasil diskusi yang dilakukan RKTL dilakukan perubahan (revisi) berupa pendetilan/rincian rencana waktu pelaksanaan oleh Mentee dan disesuaikan dengan kebutuhan yang dapat dilakukan UPT SPALD Kota Tasikmalaya untuk jangka mendesak dan jangka pendek program Twinning.

Pada hari ke-2 rombongan peserta twinning diberi kesempatan untuk melakukan Observasi ke MCK IPAL di 2 lokasi dengan didampingi TFL/KSM yang mendampingi saat proses pembangunan dan pengolahan yang dilakukan. Hasil observasi yang dilakukan kapasitas MCK IPAL yang terbangun memiliki kapasitas yang cukup kecil sekitar 10 M3/hari dengan jumlah sambungan rumah masing-masing 6 SR - 8 SR dan pemakai MCK sekitar 30-40 keluarga per hari.  Pengelolaan dilakukan oleh pengurus KSM yang ditunjuk dengan SK Lurah setempat dengan adanya iuran tiap penggunaan MCK. Hasil efluen dari IPAL tidak bisa dilihat secara langsung karena posisi pipa efluen cukup curam.

Setelah kunjungan ke MCK IPAL, dilanjutkan kegiatan diskusi dengan pembahasan Rancangan Peraturan Daerah Kota Tasikmalaya mengenai Pengelolaan Air Limbah Domestik, beberapa catatan kekurangan yang penting dalam diskusi meliputi hal-hal berikut: Definisi Operator ALD (Pasal 1, Nomor 26), SPALD diselenggarakan secara terpisah dengan sistem drainase, penetapan Zonasi Layanan, Kewajiban Masyarakat Menyambung, Kewajiban Pengembang Membangun, Pemantauan dan Evaluasi SPALD, serta aturan mengenai forum.

 

Walaupun status lembaga PALD Kota Tasikmalaya sudah berupa UPT SPALD, tetapi baru terbentuk akhir tahun 2018, sehingga merasa masih perlu belajar banyak tentang Proses Administasi dan Manajemen Pelanggan. Pada saat ini proses pencatatan administasi sudah menggunakan ms.office secara manual, sehingga dalam pencatatan pelanggan dimungkinkan terjadi pencatatan pelanggan secara berulang, sehingga untuk perbaikan layanan diperlukan penyusunan MIS Pelanggan.

 


Dokumen ini dibuat atas dukungan rakyat Amerika melalui United States Agency for International Development (USAID). Isi dari dokumen ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab DAI Global LLC dan tidak selalu mencerminkan pandangan USAID atau Pemerintah Amerika.